One In A Million

Prinska. Psychology. Music and book lovers. Ambiverted girl. 290591
Recent Tweets @prinskasastri

Mengenal tulisan mengenai proposal kehidupan sebenarnya sudah lama saya tahu keberadaannya, namun sekali lagi godaan setan dan aura malas memang selalu ada saat kita akan melakukan sesuatu yang baik. Dan akhirnya saya sendiri membuka link blog dari Mba Achi yang menuliskan mengenai proposal hidup. Dan founder Proposal Hidup yatu Jamil Azzaini yang membuat saya semakin tergerak untuk menuliskan proposal hidup saya.

Bismillahirrahmanirrahim :)

Ya Allah,

Dalam kesempatan ini aku ingin menulis proposal hidupku. Dengan terciptanya aku di dunia ini sebagai manusia (yaitu hamba ciptaanMu yang paling sempurna) aku yakin bahwa aku adalah salah satu dari orang hebat yang Engkau ciptakan. Puji syukurku tidak terhingga karena Engkau telah menciptakanKu sebagai makhluk terindah yang Kau ciptakan.

Saya adalah lulusan Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia, yaitu salah satu universitas negeri terbaik yang ada di Indonesia ini. Selain itu, Alhamdulillah, berkat keridhoanMu saya dapat lulus dalam waktu 4 tahun 2 bulan dalam menyelesaikan studi saya tersebut, terbilang saya lulus tepat waktu. Dalam menjalani kehidupan perkuliahan saya pernah diamanati sebagai staff dalam Badan Esekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Psikologi UPI dalam Departemen Minat dan Bakat serta Departemen Kreatifitas. Saya pernah diamanit sebagai ketua pelaksana dalam acara PKP Alhamdulillah, acara tersebut terbilang sukses. Saya adalah seorang yang supel dan seorang yang ekspresif. Keahlian saya adalah bermain piano dan keyboard, dan juga menulis di blog, yang Alhamdulillah dengan keahlian saya ini menjadi sumber inspirasi untuk orang-orang di luar sana. Ketika saya SMP dulu saya pernah menjadi “Siswa Keyboard Teladan” di lembaga kursus saya. Serta beberapa kali mendapat peringkat tertinggi dalam ujian keyboard. Saya sendiri pernah menjuarai Juara Ketiga lomba keyboard. Dalam hal ini orang tua saya bangga akan prestasi saya. Sayapun menjadi ketua Paduan Suara serta menjadi pengiring Paduan Suara ketika saya SMA, hal ini membuat teman-teman dan terutama orang tua saya bangga. Saya sudah menjadi instruktur piano sejak saya duduk di bangku kuliah yang membuat orang tua saya bangga serta dapat menyedekahkan 10% dari penghasilan saya untuk orang-orang yang memerlukan. Saat ini saya masih menjadi instruktur piano dan keyboard privat serta mencoba merintis bisnis yang baru saya mulai.

Target saya dalam setengah tahun kedepan ini adalah pencapaian spritual saya. Dimana saya mentargetkan menambah porsi sholat sunah saya, yaitu sholat sebelum subuh, sesudah dzuhur dan sesudah maghrib, serta tak lupa sholat tahajud minimal seminggu tiga kali yaitu dua rakaat shalat tahajud dan tiga rakaat sholat witir, serta tak lupa sholat dhuha 4 rakaat setiap harinya. Serta merutinkan shalat subuh di masjid. Selain itu sebelum tidur saya akan bersyukur atas nikmat dan karunia hari itu serta memaafkan semua orang yang telah melukai hati. Serta tak lupa untuk mengaji setiap hari yaitu satu juz serta mendatangi kajian-kajian Islam untuk menambah pengetahuan saya terhadap Islam. Dan juga menyedekahkan 10% dari gaji saya untuk orang-orang yang kurang mampu.

Selanjutnya target saya adalah menjadi orang yang berguna bagi banyak orang dan terbuka wawasan ilmunya.

Saya akan membaca buku setiap harinya agar saya dapat terbuka wawasan ilmunya. Merutinkan untuk membaca artikel-artikel Psikologi seminggu tiga kali dan juga menulis dalam blog saya yaitu http://prinskasastri.tumblr.com dengan tulisan-tulisan yang baik dan menginspirasi agar dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang yang membacanya. Serta menshare sesuatu yang bermanfaat agar orang-orang yang membacanya dapat juga terinspirasi. Dan juga saya akan mengikuti public speaking karena saya ingin agar dapat menjadi inspirator dan motivator bagi orang-orang sekitar saya dan juga khalayak banyak. Selain itu membaca buku setiap harinya agar wawasan saya lebih terbuka dan tidak terkukung pada ilmu yang itu-itu saja. Selain itu saya ingin memperbaiki bahasa Inggris saya, karena bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan saya, dengan cara membaca artikel berbahasa Inggris dan mendengarkan lagu berbahasa Inggris agar kemampuan berbahasa Inggris saya semakin terasah.

Menikah dan menjadi seorang istri adalah cita-cita semua wanita, begitu pula dengan saya, terlebih lagi menikah adalah sunah dari Rasulullah SAW. Maka dari itu pada umur saya 24 tahun, saya ingin menikah dengan  seorang laki-laki yang baik agamanya, baik akhlaknya, baik rupanya serta raga dan jiwanya pintar serta sukses dunia akhirat. Seorang laki-laki yang bisa menjadi imam yang baik bagi saya dan anak-anak kami nanti, serta membawa saya dan anak-anak kami nanti kearah yang lebih baik dan bisa membawa saya dan anak-anak kami nanti ke surgaNya. Aamiin.

Menjadi seorang Psikolog adalah cita-cita saya sejak saya duduk di bangku kuliah, karena itu impian saya adalah seorang Psikolog yang ahli di bidang klinis anak. Dengan membaca artikel psikologi dan juga mengikuti public speaking adalah salah satu cara yang bisa saya lakukan agar menjadi seorang psikolog di bidang klinis anak. Lalu, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu S2 Magister Profesi Psikologi Klinis di Universitas Gajah Mada pada tahun 2015 ketika berumur 24 tahun dan lulus di tahun 2017 di umur 26 tahun. Di umur 27 tahun, menambah jam terbang saya sebagai Psikolog saya akan masuk pekerjaan di salah satu sekolah bergengsi dan menjadi Psikolog.  Kemudian membuka biro psikologi yang berhubungan dengan Psikologi Klinis Anak pada tahun 2020, di umur 29 tahun.

Di umur 30 tahun saya ingin bebas finansial, saya akan membuka biro psikologi yang lebih besar merangkap tempat terapis, dimana saya akan bekerja sama dengan  para terapis musik, jadi dalam biro psikologi saya ini tidak hanya sebagai biro tapi juga merangkap sebagai tempat terapi musik dan juga beberapa terapi lainnya sebagai pendukung. Dalam biro psikologi saya nanti, akan didapati taman bermain di dalamnya, serta tak lupa sebuah Grand Piano, karena saya suka sekali dengan piano. Serta tak lupa memberikan kenyamanan baik itu pada klien maupun para orang tua yang mendatanginya.

Kemudian di umur 32 tahun, saya akan menjadi seorang dosen merangkap sebagai seorang psikolog di beberapa universitas baik itu negeri maupun swasta. Hal itu dikarenakan agar ilmu yang sudah saya dapatkan baik itu di S1 dan S2 bermanfaat baik orang lain, dan membuat saya lebih giat untuk belajar lebih banyak. Selanjutnya, mengelilingi Indonesia dan juga mengelilingi dunia adalah impian saya, dengan menjadi Psikolog tentunya saya akan memberikan banyak motivasi, dan motivasi itu saya berikan pada setiap orang di dunia ini. Dan mencari ilmu psikologi serta mengikuti seminar di  dalam maupun di luar negeri, agar ilmu yang saya dapatkan lebih banyak lagi. Selain itu, karena kesenangan saya adalah menulis, saya ingin menulis sebuah buku yang berkaitan dengan psikologi anak, dimana buku itu akan rampung di umur saya 35 tahun.

Untuk mencapai hal itu, tentu saya harus meningkatkan kualitas diri saya, salah satunya dengan memegang teguh komitmen diri saya untuk menjadi yang lebih baik setiap harinya. Saya ingin menghilangkan sifat saya yang demam panggung dan juga cepat sekali nervous, salah satu caranya adalah dengan mengikuti public speaking, dan setelah itu mengobrol dengan orang-orang dengan kepribadian yang berbeda-beda agar saya dapat mengatasi demam panggung saya. Saya ingin menghilangkan sifat-sifat negatif seperti cepat tersinggung dan mudah marah serta berprasangka buruk pada banyak orang, menghilangkan sifat suka mengomentari orang serta berkata kurang baik. Salah satu caranya dengan berdekatan dengan orang-orang yang positif agar perkataan dan tingkah laku semakin positif, serta memperbanyak mendengarkan musik positif agar hidup jauh lebih positif. Memahami orang-orang yang berbeda kepribadian adalah kunci utama agar dapat berprasangka baik pada orang lain.

Mengurangi sifat bermalas-malasan serta mengurangi jam tidur, adalah hal yang harus dilakukan agar cita-cita tersebut dapat direalisasikan. Lebih telaten dalam melakukan sesuatu serta mementingkan kualitas dan kuantitas pada saat mengerjakan hal-hal yang baik.

Bismillah, Ya Allah inilah proposal hidupku. Di setiap pekerjaan yang aku lakukan, selalu ada campur tanganMu. Bimbing aku, tuntun aku, jangan Kau tinggalkan aku. Hanya padaMu aku berserah diri, hanya padaMu aku mengabdi. Ridhoi setiap jalanku Rabb, agar jalan setiap pekerjaan yang aku lakukan selalu mendapat berkah dariMu. Rangkul mimpiku ini Ya Rabb, bantu aku untuk merealisasikan hidup ini, jadikan aku hambaMu yang Engkau cintai, serta jadikan aku hambaMu yang engkau ridhoi setiap jalannya.

Cimahi, 19 Agustus 2014

Everything is possible. Keep open your mind. Hidup di dunia ini terlalu sebentar bila diisi dengan hal-hal yang berbau negatif. Insya Allah semua ada jalan, karena semua hal yang kita lakukan selalu ada campur tangan Allah SWT beserta ridho dan izinnya :)
Prinska Damara Sastri

What beautiful bedsheet :)

Alhamdulillah. Salah satu bentuk syukur aku adalah bisa punya sprei dengan motif ini. Pengennya udah lama, tapi gak sempet beli aja karena harganya lumayan hehehe, tiba-tiba suatu hari mama kasih saya sprei ini. Wah, senengnya gak ketulungan pokoknya :D 

One of my happiness is to have them, my other family “Psikologi 2009 AUM”. Thank you guys, see you on the top :D

Siapapun jodoh lu nanti, jangan lupakan Allah SWT. Karena Allah SWT akan malu memberikan jodoh yang asal-asalan bagi hambaNya yang selalu mendekatkan diri padaNya
Aya - PPT 8
Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan yang pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, dia akan tawadhu. Dan jika memasuki tahapan yang ketiga, dia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya
Umar Bin Khatab

thebeautyofislam:

nadirkeval:

Try, Try Again - Nadir Keval

With being halfway through Ramadan 2014, I’ve been giving a lot of thought towards bettering myself this month. One of the things I’ve learned more than almost anything else is how we are very fragile people, and we need to be easier on ourselves. It’s important that we do our best to better ourselves, but when we fail or fall, we shouldn’t give up.

Read the whole article: Try, Try Again - Nadir Keval

———————————————-

Be sure to reblog, comment, and share this with your friends :) Thank you!

For more pieces like this, check out my blog (nadirkeval.com), OR follow me on Tumblr (nadirkeval.tumblr.com), Twitter (@nadirkeval), Instagram (nadirkeval) and Pinterest (pinterest.com/nadirkeval), and like my page on Facebook (facebook.com/nadirkeval), or send me a shout at mail@nadirkeval.com!

Life is something that we cannot always plan for. We plan and Allah plans, and He is the best of planners. Thank you for your reminder :)

Melangkah untuk menjadi yang lebih baik itu bukan perkara gampang, dan saya akui itu. Salah satunya adalah mengenai sabar. Sabar dalam Islam itu tidak ada batasnya. Banyak yang bilang kalau, tingkat kesabaran itu ada batasnya. Salah, sebenernya sabar itu gak ada batasnya. Jadi kalau habis ditimpa musibah dan ada teman yang bilang, “Sabar yah.” Ya harus diterima, karena memang harusnya seperti itu. Ehm, bisa dipahamikan?

Saya sendiri masih harus banyak belajar tentang sabar, arti dan pemahaman yang lebih apa maksud dari sabar itu sendiri. Tapi, lagi-lagi bukan perkara mudah untuk merealisasikan sifat tersebut. Saya orangnya cenderung reaktif dengan segala hal, dan masih cenderung menelan sesuatu mentah-mentah tanpa harus diolah lebih dahulu. Salah satu contohnya, ketika pesta demokrasi kemarin, dan saya sebagai warga yang baik mengikuti pesta tersebut dengan menjagokan salah satu kandidat yang saya akui visi misi dan latar belakang beliau yang baik *gak usah saya sebutinlah yah* dan sampai akhirnya kandidat yang saya pilih kalah dalam proses penghitungan cepat. Awalnya, “Ya udahlah, gak papa, yang penting saya udah ikut pemilihan dan memilih.” ucap saya dalam hati.

Gak sampai beberapa menit, salah satu teman yang menjagokan satu kandidat mengelu-ngelukan kemenangan di jejaring sosial yang saya ikutin. Awalnya *yah awalnya lagi* diem aja, ya udahlah, mending diemkan? Lama-lama terjadi perdebatan sengit disana, begitu ikutan baca, lho kok saya gak suka yah? Dan akhirnya? Ya, karena sikap reaktif saya, saya ikut nimpalin, dan di jawab dengan pernyataan yang gak saya suka. Marah? Jujur, saya marah, walaupun disitu masih bersikap wajar *menurut saya* dengan menimpalin sedikit-sedikit dan berkata, “Terserah.”

Dan hampir seminggu setelah kejadian itu, saya udah mencoba lupa dan melaksanakan kegiatan seperti biasa aja. Sampai akhirnya ada teman yang bertanya suatu perihal disana. Dan saya menimpali, sampai akhirnya teman saya membuat suatu statement yang akhirnya saya gak suka lagi. Dan akhirnya saya berkata,

"Gak kok, cuman bt aja."

DUAR! Dan saya baru inget, dan saya baru sadar kalau saya sedang tidak sabar disitu, dan mengenai pernyataan saya ketika teman-teman saya berdebatpun menyatakan bahwa saya juga gak sabar disitu. Saya mengucapkan banyak istighfar setelah kejadian itu, dan lagi saya memilih untuk diam. Walaupun diawal diam saya berarti marah dan menghindari perdebatan lagi setelahnya.

So, saya harus bersabar lagi? Iya, harus sabar lagi, harus mengambil hikmah dan belajar mengenai sabar dari sekarang. Saya ingin mengubah sikap saya yang reaktif menjadi lebih baik dan menghilangkan sifat-sifat buruk saya. Itupun bukan perkara mudah dan bukan perkara instant yang bisa kita rasakan efeknya dengan cepat, jadi? Ya harus belajar sabar lagi.

So, keep patient, because the patience has no limits :)

"Dan orang yang sabar karena mengharapkan keridaan Tuhannya, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikan masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (Q.S Ar-Ra’d : 22-24)

Namanya Valerian Azka Yusuf, sekarang udah masuk TK B lho hihihi. Tiga bulan kemarin saya diamanahin untuk menjadi pendamping dia di kelas, karena dari pihak sekolah menyarankan Azka untuk di dampingi. Pertama kali dampingin anak ini Subhanallah sekali, anaknya gak bisa diem, kalau tantrum di kelas tenaganya kuat banget dan bikin saya capek hati, tapi lama-lama akhirnya Azka bisa nurut juga sama aturan-aturan yang saya kasih hihihi.

Azka ini terkenal banget pinter, keliatannya kalau di kelas dia emang gak merhatiin gurunya, tapi nerap banget kalau ditanya lagi mata pelajaran kemarinnya. Anaknya sholeh banget, dia paling suka sama lagu, “Assalamualaikum” sama “Rajin Baca Al-Quran” dia suka pelajaran huruf hijaiyah dan gambar masjid. Seneng banget kalau disuruh sholat dhuha, karena hobinya sholat hehehe.

Sukanya main futsal, tapi cuman ikut ngejar-ngejarnya aja tanpa nendang bolanya, seneng banget sama simbol-simbol dan hal-hal yang berbau listrik. Karena waktu ngedampingin dia banyak nerapin sistem reward dan punishment, Azka diawal jutek banget, di pegang tangannya gak mau dan sebagainya, sampai mogok gak mau sekolah hahaha, tapi kesini-kesini dia jadi nurut banget, kalau saya tinggalin sebentar buat jajan nyariin banget sampai teriak-teriak, tapi pas ketemu lagi, pura-pura cuek hehehe.

Nah, sekarang Azka udah naik ke TK B, semoga di TK B ini Azka jadi anak yang pinter dan makin sholeh yah. Salah kangen dari Miss Inka :*