One In A Million

Prinska. Psychology. Music and book lovers. Ambiverted girl. 290591
Recent Tweets @prinskasastri

What beautiful bedsheet :)

Alhamdulillah. Salah satu bentuk syukur aku adalah bisa punya sprei dengan motif ini. Pengennya udah lama, tapi gak sempet beli aja karena harganya lumayan hehehe, tiba-tiba suatu hari mama kasih saya sprei ini. Wah, senengnya gak ketulungan pokoknya :D 

One of my happiness is to have them, my other family “Psikologi 2009 AUM”. Thank you guys, see you on the top :D

Siapapun jodoh lu nanti, jangan lupakan Allah SWT. Karena Allah SWT akan malu memberikan jodoh yang asal-asalan bagi hambaNya yang selalu mendekatkan diri padaNya
Aya - PPT 8
Ilmu ada tiga tahapan. Jika seseorang memasuki tahapan yang pertama, dia akan sombong. Jika dia memasuki tahapan kedua, dia akan tawadhu. Dan jika memasuki tahapan yang ketiga, dia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya
Umar Bin Khatab

thebeautyofislam:

nadirkeval:

Try, Try Again - Nadir Keval

With being halfway through Ramadan 2014, I’ve been giving a lot of thought towards bettering myself this month. One of the things I’ve learned more than almost anything else is how we are very fragile people, and we need to be easier on ourselves. It’s important that we do our best to better ourselves, but when we fail or fall, we shouldn’t give up.

Read the whole article: Try, Try Again - Nadir Keval

———————————————-

Be sure to reblog, comment, and share this with your friends :) Thank you!

For more pieces like this, check out my blog (nadirkeval.com), OR follow me on Tumblr (nadirkeval.tumblr.com), Twitter (@nadirkeval), Instagram (nadirkeval) and Pinterest (pinterest.com/nadirkeval), and like my page on Facebook (facebook.com/nadirkeval), or send me a shout at mail@nadirkeval.com!

Life is something that we cannot always plan for. We plan and Allah plans, and He is the best of planners. Thank you for your reminder :)

Melangkah untuk menjadi yang lebih baik itu bukan perkara gampang, dan saya akui itu. Salah satunya adalah mengenai sabar. Sabar dalam Islam itu tidak ada batasnya. Banyak yang bilang kalau, tingkat kesabaran itu ada batasnya. Salah, sebenernya sabar itu gak ada batasnya. Jadi kalau habis ditimpa musibah dan ada teman yang bilang, “Sabar yah.” Ya harus diterima, karena memang harusnya seperti itu. Ehm, bisa dipahamikan?

Saya sendiri masih harus banyak belajar tentang sabar, arti dan pemahaman yang lebih apa maksud dari sabar itu sendiri. Tapi, lagi-lagi bukan perkara mudah untuk merealisasikan sifat tersebut. Saya orangnya cenderung reaktif dengan segala hal, dan masih cenderung menelan sesuatu mentah-mentah tanpa harus diolah lebih dahulu. Salah satu contohnya, ketika pesta demokrasi kemarin, dan saya sebagai warga yang baik mengikuti pesta tersebut dengan menjagokan salah satu kandidat yang saya akui visi misi dan latar belakang beliau yang baik *gak usah saya sebutinlah yah* dan sampai akhirnya kandidat yang saya pilih kalah dalam proses penghitungan cepat. Awalnya, “Ya udahlah, gak papa, yang penting saya udah ikut pemilihan dan memilih.” ucap saya dalam hati.

Gak sampai beberapa menit, salah satu teman yang menjagokan satu kandidat mengelu-ngelukan kemenangan di jejaring sosial yang saya ikutin. Awalnya *yah awalnya lagi* diem aja, ya udahlah, mending diemkan? Lama-lama terjadi perdebatan sengit disana, begitu ikutan baca, lho kok saya gak suka yah? Dan akhirnya? Ya, karena sikap reaktif saya, saya ikut nimpalin, dan di jawab dengan pernyataan yang gak saya suka. Marah? Jujur, saya marah, walaupun disitu masih bersikap wajar *menurut saya* dengan menimpalin sedikit-sedikit dan berkata, “Terserah.”

Dan hampir seminggu setelah kejadian itu, saya udah mencoba lupa dan melaksanakan kegiatan seperti biasa aja. Sampai akhirnya ada teman yang bertanya suatu perihal disana. Dan saya menimpali, sampai akhirnya teman saya membuat suatu statement yang akhirnya saya gak suka lagi. Dan akhirnya saya berkata,

"Gak kok, cuman bt aja."

DUAR! Dan saya baru inget, dan saya baru sadar kalau saya sedang tidak sabar disitu, dan mengenai pernyataan saya ketika teman-teman saya berdebatpun menyatakan bahwa saya juga gak sabar disitu. Saya mengucapkan banyak istighfar setelah kejadian itu, dan lagi saya memilih untuk diam. Walaupun diawal diam saya berarti marah dan menghindari perdebatan lagi setelahnya.

So, saya harus bersabar lagi? Iya, harus sabar lagi, harus mengambil hikmah dan belajar mengenai sabar dari sekarang. Saya ingin mengubah sikap saya yang reaktif menjadi lebih baik dan menghilangkan sifat-sifat buruk saya. Itupun bukan perkara mudah dan bukan perkara instant yang bisa kita rasakan efeknya dengan cepat, jadi? Ya harus belajar sabar lagi.

So, keep patient, because the patience has no limits :)

"Dan orang yang sabar karena mengharapkan keridaan Tuhannya, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), yaitu surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikan masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (Q.S Ar-Ra’d : 22-24)

Namanya Valerian Azka Yusuf, sekarang udah masuk TK B lho hihihi. Tiga bulan kemarin saya diamanahin untuk menjadi pendamping dia di kelas, karena dari pihak sekolah menyarankan Azka untuk di dampingi. Pertama kali dampingin anak ini Subhanallah sekali, anaknya gak bisa diem, kalau tantrum di kelas tenaganya kuat banget dan bikin saya capek hati, tapi lama-lama akhirnya Azka bisa nurut juga sama aturan-aturan yang saya kasih hihihi.

Azka ini terkenal banget pinter, keliatannya kalau di kelas dia emang gak merhatiin gurunya, tapi nerap banget kalau ditanya lagi mata pelajaran kemarinnya. Anaknya sholeh banget, dia paling suka sama lagu, “Assalamualaikum” sama “Rajin Baca Al-Quran” dia suka pelajaran huruf hijaiyah dan gambar masjid. Seneng banget kalau disuruh sholat dhuha, karena hobinya sholat hehehe.

Sukanya main futsal, tapi cuman ikut ngejar-ngejarnya aja tanpa nendang bolanya, seneng banget sama simbol-simbol dan hal-hal yang berbau listrik. Karena waktu ngedampingin dia banyak nerapin sistem reward dan punishment, Azka diawal jutek banget, di pegang tangannya gak mau dan sebagainya, sampai mogok gak mau sekolah hahaha, tapi kesini-kesini dia jadi nurut banget, kalau saya tinggalin sebentar buat jajan nyariin banget sampai teriak-teriak, tapi pas ketemu lagi, pura-pura cuek hehehe.

Nah, sekarang Azka udah naik ke TK B, semoga di TK B ini Azka jadi anak yang pinter dan makin sholeh yah. Salah kangen dari Miss Inka :*

walkinthegl0w:

Leonardo DiCaprio’s Filmography So Far

Be patience boy, someday you’ll get your oscar :D

(via fri-die)

"Amin, kamu bahagia?"

Satu pesan yang diberikan oleh salah seorang sahabat saya waktu itu lewat SMS. Sempet pengen ketawa bacanay dan merenung sedikit.

"Kamu bahagia?"

Bismillah, saya coba jawab. “Alhamdulillah bahagia dong, banyak2in bersyukur aja :).”

Insya Allah saya bahagia terus, mencoba untuk bersyukur dan menghitung banyaknya nikmat yang Allah berikan pada saya. Dan ternyata, lebih dari cukup, hihihi.

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (Q.S Ar-Rahman)

Dari kemarin rencana pengen nulis sesuatu suka gagal terus, begitu buka Tumblr, klik note, buyar semua. Lebih tepatnya buyar karena ada mainan menarik yang biasa dimanin di depan laptop.

Lama-lama kerasa lalai, apalagi sekarang ini kerjaannya masih banyak di rumah.

"Rasulullah SAW bersabda : Dua nikmat yang kebanyakan manusia lalai untuk memanfaatkannya dengan sebaik mungkin adalah kesehatan dan waktu luang" (HR. Bukhari)

Astaghfirullah :|